Accessibility Tools

AI Makin Canggih, 200 Siswa SMK-PP Kementan Dibekali Cara Aman Hadapi Ancaman Digital

Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin dekat dengan kehidupan generasi muda. Di balik kemudahan yang ditawarkan, teknologi tersebut juga membawa tantangan berupa penyalahgunaan data, penipuan digital hingga berbagai modus kejahatan siber.

Kesadaran tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan Training of Trainer (ToT) “Paham AI” yang digelar Polres Banyuasin di Aula SMK-PP Negeri Sembawa, Selasa (18/8/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 200 siswa sebagai upaya membekali generasi muda dengan literasi digital, etika penggunaan AI dan pemahaman mengenai keamanan siber.

Para siswa tidak hanya diperkenalkan pada perkembangan teknologi AI, tetapi juga diajak memahami bagaimana teknologi tersebut digunakan secara bijak, aman, bertanggung jawab dan produktif.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga data pribadi, memilah informasi, mengenali konten yang berpotensi menyesatkan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai ancaman di ruang digital.

Sejumlah potensi kejahatan siber juga menjadi bagian dari materi, antara lain penipuan daring, pencurian data pribadi, phishing, penyalahgunaan identitas, hoaks, hingga deepfake. Pemahaman tersebut dinilai penting agar siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu mengenali risiko yang muncul dari pemanfaatan teknologi digital.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai arahannya menekankan bahwa penguatan sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan. Kementerian Pertanian juga terus mendorong transformasi digital dan peningkatan kapasitas SDM melalui pemanfaatan teknologi, termasuk AI.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya penguasaan teknologi informasi dan komunikasi berbasis digital.

Menurutnya, transformasi digital membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami cara memanfaatkannya secara tepat guna, aman dan bertanggung jawab.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan bagi siswa SMK-PP Negeri Sembawa yang dipersiapkan menjadi generasi muda pertanian. Penguasaan teknologi digital diharapkan dapat menjadi bekal dalam menghadapi perkembangan sektor pertanian yang semakin terhubung dengan teknologi dan inovasi.

Mewakili Kapolres Banyuasin, Kabag Ops Polres Banyuasin Agung Wahyudi membuka kegiatan ToT “Paham AI”. Ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta mengenai etika penggunaan AI, keamanan digital serta pencegahan berbagai modus kejahatan siber.

Menurutnya, kecanggihan teknologi harus diimbangi dengan kecakapan digital dan kesadaran terhadap risiko yang dapat muncul di ruang siber.

Agung juga mengimbau seluruh peserta mengikuti rangkaian pembelajaran dan praktik dengan baik hingga memperoleh sertifikat “Paham AI”. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada peserta, tetapi dapat diteruskan kepada teman, keluarga dan lingkungan sekitar.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK-PP Negeri Sembawa, Heri Purnomo, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Sebanyak 200 siswa mengikuti sosialisasi pemanfaatan AI dan literasi digital yang diberikan oleh Tim Polres Banyuasin.

Heri berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada siswa mengenai penggunaan AI secara bijak dan positif. Selain itu, edukasi mengenai potensi pelanggaran hukum dan konsekuensinya diharapkan membuat siswa semakin berhati-hati dalam menggunakan teknologi digital.

“Harapannya, para siswa dapat memahami dan kemudian menularkan ilmu positif tersebut kepada rekan-rekan mereka,” ujarnya.

Bagi siswa SMK-PP Negeri Sembawa, literasi AI bukan hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi. Lebih jauh, mereka perlu memiliki kemampuan untuk berpikir kritis, menjaga keamanan data, memverifikasi informasi dan memahami batas etika dalam pemanfaatan teknologi.

Kegiatan “Paham AI” menjadi salah satu langkah untuk membangun kesadaran tersebut. Terlebih, generasi muda pertanian akan menghadapi lingkungan kerja yang semakin dipengaruhi oleh digitalisasi, otomasi, kecerdasan buatan dan teknologi pertanian modern.

Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan tidak sekadar menjadi pengguna AI, tetapi mampu menjadi generasi muda yang cerdas digital, memahami risiko siber dan memanfaatkan teknologi untuk hal-hal produktif.

Dari ruang kelas SMK-PP Negeri Sembawa, pesan yang dibangun pun sederhana: semakin canggih teknologinya, semakin tinggi pula tuntutan untuk menggunakannya secara bijak dan bertanggung jawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *