Banyuasin – Kementerian Pertanian terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) pertanian melalui pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Sebagai bagian dari upaya tersebut, SMK Pertanian Pembangunan Negeri (PPN) Sembawa melepas 150 siswa kelas XII untuk mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) Tahun Pelajaran 2026/2027 yang berlangsung pada 6–13 Juli 2026.
Program PKL ini menjadi langkah nyata dalam mencetak lulusan pertanian yang profesional, kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta siap memasuki dunia usaha dan dunia industri.
Para siswa akan menjalani PKL selama kurang lebih lima bulan di berbagai instansi pemerintah, perusahaan agribisnis, Brigade Pangan, serta lembaga mitra yang telah bekerja sama dengan SMK PPN Sembawa. Sebelum diberangkatkan, seluruh peserta mengikuti pembekalan yang mencakup etika profesi, komunikasi di tempat kerja, budaya industri, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), administrasi PKL, penyusunan laporan, hingga penguatan karakter, integritas, dan profesionalisme.
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pembangunan pertanian modern memerlukan SDM yang unggul, profesional, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Pembangunan pertanian yang maju hanya dapat diwujudkan melalui SDM yang kompeten, berkarakter, dan memiliki daya saing tinggi. Karena itu, pendidikan vokasi harus terus diperkuat agar mampu melahirkan generasi muda yang siap menjawab tantangan sektor pertanian,” ujar Mentan Amran.
Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan bahwa praktik kerja lapangan merupakan instrumen penting dalam memperkuat keterkaitan (link and match) antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Menurutnya, pengalaman belajar langsung di lapangan akan meningkatkan kompetensi teknis, keterampilan kerja, serta kesiapan lulusan untuk memasuki dunia profesional.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menegaskan bahwa PKL menjadi wahana strategis dalam menyelaraskan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda pertanian.
Sebanyak 150 peserta PKL berasal dari empat program keahlian, yakni 31 siswa Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH), 62 siswa Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP), 27 siswa Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian (APHP), dan 30 siswa Agribisnis Ternak Unggas (ATU).
Mereka akan ditempatkan di berbagai mitra strategis, di antaranya Pusat Penelitian Karet, PT Hindoli Cargill Company, PT Bina Sawit Makmur, PT Prime Agri Resources Tbk, PT Kelantan Sakti, PT Pratama Nusantara Sakti, Brigade Pangan, BPTU-HPT Sembawa, PT Sinar Sosro, PTPN I Regional 7 Musi Landas, serta sejumlah perusahaan, laboratorium, dan pelaku usaha agribisnis lainnya.
Kepala SMK PPN Sembawa, Budi Santoso, berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan kompetensi, meningkatkan disiplin, serta menunjukkan sikap profesional selama berada di dunia kerja.
“PKL bukan sekadar memenuhi kurikulum, tetapi menjadi proses pembelajaran nyata untuk membentuk lulusan yang kompeten, mandiri, berintegritas, dan siap berkontribusi dalam pembangunan pertanian Indonesia,” ujarnya.
Melalui program PKL ini, SMK PPN Sembawa kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak SDM pertanian yang siap kerja, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjawab kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Kolaborasi yang berkelanjutan antara lembaga pendidikan vokasi dan mitra industri diharapkan semakin memperkuat kualitas lulusan sekaligus mendukung terwujudnya pertanian Indonesia yang maju, modern, dan berdaya saing.











Views Today : 50
Views This Month : 2455
Views This Year : 52595
Who's Online : 0
Your IP Address : 220.181.108.102
Leave a Reply