Banyuasin – SMK PP Negeri Sembawa di bawah Kementerian Pertanian resmi meluncurkan unit bisnis kopi “Kulacino Cafe”, Senin (27/4/2026). Kafe ini menjadi bagian implementasi Teaching Factory (TEFA) untuk membangun jiwa kewirausahaan siswa di sektor hilirisasi pertanian.
Unit usaha ini memanfaatkan peralatan dari program Pengembangan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP) dan dikembangkan sebagai sarana pembelajaran praktik. Kulacino Cafe mengusung konsep modern dengan kopi lokal hasil budidaya dan olahan siswa.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya transformasi pendidikan vokasi dalam mencetak petani milenial yang inovatif dan berdaya saing.
“Pendidikan vokasi harus menjadi tulang punggung lahirnya petani milenial. Tidak hanya fokus pada budidaya, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah melalui hilirisasi,” ujarnya.
Senada, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menekankan Teaching Factory sebagai pendekatan strategis yang menghadirkan suasana belajar setara dunia industri.
“Melalui TEFA, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi langsung mengelola usaha. Ini penting untuk mencetak SDM pertanian yang mandiri, modern, dan profesional,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menyebut Teaching Factory sebagai indikator pendidikan vokasi yang adaptif terhadap kebutuhan zaman.
“Kami ingin lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja di sektor agribisnis,” tegasnya.
Kepala SMK PP Negeri Sembawa, Budi Santoso, menjelaskan Kulacino Cafe dirancang sebagai laboratorium bisnis sekaligus ruang kolaborasi lintas program studi.
“Kafe ini menjadi sarana belajar keterampilan praktis, khususnya di bidang kopi yang punya peluang pasar besar. Sekaligus ruang diskusi yang nyaman bagi warga sekolah,” ujarnya.
Ia menambahkan, konsep usaha ini melibatkan berbagai program studi. Siswa jurusan perkebunan berperan dalam pengolahan dan kualitas kopi, sementara jurusan tanaman pangan dan hortikultura menyuplai produk pendukung seperti jagung manis dan kacang rebus.
Kaprodi Agribisnis Hasil Pertanian, Erni Prabawati, mengatakan kafe ini juga menjadi wadah pengembangan keterampilan barista yang diminati kalangan muda.
“Melalui Kulacino, siswa tidak hanya belajar bisnis, tetapi juga menguasai keterampilan yang relevan dengan tren industri,” ujarnya.
Peresmian Kulacino Cafe dihadiri jajaran manajemen sekolah. Para tamu turut mencicipi racikan kopi yang diolah siswa dengan standar kualitas tinggi.
Melalui unit usaha ini, SMK PP Negeri Sembawa berharap dapat terus mendorong inovasi produk pertanian sekaligus memperkuat ekosistem kewirausahaan di lingkungan pendidikan vokasi.











Views Today : 147
Views This Month : 5387
Views This Year : 39624
Who's Online : 0
Your IP Address : 18.97.14.83
Leave a Reply