Dorong Peningkatan Produksi Pangan, Kementan Lakukan Gerakan Tanam di Lahan CSR di Kabupaten Muara Enim

Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat komitmen ketahanan pangan nasional melalui gerakan tanam di lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) Desa Kayuara Batu, Kecamatan Muara Belida, Kabupaten Muara Enim, pada Senin (15/12/2025).

Pemerintah pusat hadir melalui Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Infrastruktur, Ali Jamil, yang mengunjungi lokasi dalam rangka Gerakan Tanam Padi Program Cetak Sawah.

Kegiatan ini menjadi bagian percepatan tanam sekaligus optimalisasi lahan baru untuk meningkatkan produktivitas padi dan kesejahteraan petani. Selain simbol dimulainya musim tanam, gerakan ini juga memperkuat sinergi pemerintah pusat, daerah, dan pelaku pertanian dalam memanfaatkan lahan CSR secara maksimal dan berkelanjutan.

Gerakan tanam juga diikuti Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Kementan, Intan Rahayu, Direktur Serealia Rachmat, Kepala SMKPP Negeri Sembawa Budi Santoso, perwakilan Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian Sumsel, Kepala Dinas Pertanian TPH Prov. Sumsel, Komandan Korem 044/Garuda Dempo, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel, Kepala Dinas TPH dan Peternakan Muara Enim, Dandim Kodim 0404/Muara Enim, Kapolres Muara Enim, Camat Muara Belida, kepala desa setempat, serta penyuluh pertanian.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, cetak sawah dan gerakan tanam strategis menjaga ketersediaan pangan.

“Kementerian mendorong pemanfaatan lahan optimal melalui program cetak sawah rakyat. Gerakan tanam serentak diharapkan meningkatkan produksi padi, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan pendapatan petani,” ujar Amran.

Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menambahkan, keberhasilan program sangat bergantung pada kualitas SDM pertanian.

“BPPSDMP menyiapkan petani dan penyuluh kompeten, adaptif, inovatif, dengan pendampingan berkelanjutan agar lahan cetak sawah dikelola produktif dan berkelanjutan,” ungkap Santi.

Ali Jamil menekankan percepatan Program Cetak Sawah dan optimalisasi sistem irigasi.

“Di Sumsel, program OPLAH menargetkan cetak sawah seluas 37.000 hektare, dengan SID mencapai 6.149 hektare. Pembukaan lahan oleh Dandim minggu ini seluas 10 hektare, akan dipasang tanggul agar air sungai tidak masuk lahan,” jelas Ali.

Danrem 044/Garuda Dempo Tri Budi menyampaikan, Pemkab Muara Enim mendukung Program Cetak Sawah Rakyat untuk mewujudkan swasembada pangan.

“Saya mengapresiasi dukungan Kementerian Pertanian RI, mulai pupuk bersubsidi, bantuan alat dan mesin, hingga program OPLAH dengan sistem cetak sawah,” ujar Tri Budi.

Kegiatan ini diharapkan memaksimalkan pemanfaatan lahan CSR, meningkatkan indeks pertanaman, dan berkontribusi nyata pada produksi pangan nasional. Perluasan Program Cetak Sawah menjadi langkah strategis untuk menambah areal tanam dan meningkatkan produktivitas padi di Muara Enim dan Sumatera Selatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *