Accessibility Tools

Satgas Karhutla Mabes TNI Edukasi Siswa SMK-PPN Sembawa, Cegah Kebakaran Sejak Dini

Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Salah satunya dilakukan Kodim 0430/Banyuasin bersama Tim Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Mabes TNI melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada siswa SMK Pertanian Pembangunan Negeri (SMK-PPN) Sembawa, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula SMK-PPN Sembawa, Kabupaten Banyuasin, tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan kepedulian generasi muda terhadap bahaya karhutla sekaligus mendorong peran aktif mereka dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Dalam kegiatan tersebut, siswa mendapatkan pemahaman mengenai penyebab dan potensi terjadinya karhutla, dampaknya terhadap lingkungan, kesehatan, ekonomi, dan kehidupan sosial masyarakat, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah kebakaran.

Edukasi sejak dini dinilai penting karena siswa pendidikan vokasi pertanian merupakan generasi penerus yang nantinya akan berinteraksi langsung dengan sektor pertanian dan lingkungan di tengah masyarakat.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan sinergi dan kepedulian seluruh pihak, termasuk generasi muda.

“Pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Kita harus menjaga lahan pertanian dan lingkungan agar tetap produktif. Generasi muda harus menjadi bagian dari gerakan menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran sejak dini,” ujar Amran.

Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa pembangunan SDM pertanian tidak hanya berorientasi pada kompetensi teknis, tetapi juga pembentukan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Pendidikan pertanian harus mampu melahirkan generasi muda yang memiliki kompetensi, karakter, dan kepedulian terhadap lingkungan. Edukasi tentang pencegahan karhutla menjadi bagian penting dalam membentuk SDM pertanian yang bertanggung jawab dan mampu menjadi agen perubahan di masyarakat,” jelas Idha.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan), Muhammad Amin, mengatakan siswa SMK binaan Kementan merupakan calon pelaku pembangunan pertanian di masa depan. Karena itu, kesadaran terhadap kelestarian lingkungan perlu menjadi bagian dari proses pendidikan.

“Siswa pendidikan vokasi pertanian dipersiapkan tidak hanya untuk memiliki keterampilan di bidang pertanian, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Melalui sosialisasi ini, kami berharap siswa memahami bahaya karhutla dan turut mengambil peran dalam pencegahannya,” ungkap Amin.

Kepala SMK-PPN Sembawa, Budi Santoso, menyambut baik pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, edukasi karhutla menjadi penting bagi siswa mengingat wilayah Sumatera Selatan merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi kebakaran hutan dan lahan.

“Anak-anakku, beberapa minggu ini kita melihat melalui berita maupun media sosial banyak informasi tentang terjadinya kebakaran hutan dan lahan, baik di Kalimantan maupun Sumatera Selatan. Kondisi ini juga mendapatkan perhatian dari Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujar Budi.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk memahami bahaya karhutla, sekaligus mengetahui cara pencegahan dan penanggulangannya.

“Karhutla tidak hanya merusak ekosistem dan lahan, tetapi juga dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Karena itu, pengetahuan yang diperoleh hari ini diharapkan dapat diterapkan dan disampaikan kembali kepada lingkungan sekitar,” tambahnya.

Ketua Tim Satgas Karhutla Mabes TNI, Frans Surya Ginting, mengatakan sosialisasi kepada masyarakat dan satuan pendidikan merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran dalam mencegah karhutla.

Menurutnya, kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut instruksi Presiden kepada Panglima TNI untuk meningkatkan langkah pencegahan dan penanganan karhutla, khususnya di wilayah yang berpotensi terdampak kabut asap.

“Melalui sosialisasi ini, kita menanamkan pemahaman kepada generasi penerus mengenai api dan dampak yang ditimbulkan ketika terjadi kebakaran lahan atau hutan. Dampaknya tidak hanya terhadap lingkungan, tetapi juga kesehatan, ekonomi, dan kehidupan sosial,” jelas Frans.

Ia berharap para siswa dapat menjadi agen edukasi di lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Kami berharap adik-adik semua dapat memahami materi yang disampaikan dan menjadi agen di keluarga masing-masing untuk ikut mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” tambahnya.

Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, Kementerian Pertanian, satuan pendidikan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla di wilayah Banyuasin.

Kementan melalui BPPSDMP terus mendorong terbentuknya SDM pertanian yang profesional, berkarakter, adaptif, serta memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan. Kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam membangun generasi muda pertanian yang tidak hanya mampu mengelola sumber daya pertanian, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan.

Melalui edukasi yang dilakukan sejak dini, pencegahan karhutla diharapkan dapat dimulai dari lingkungan sekolah, keluarga, hingga masyarakat, dengan generasi muda sebagai salah satu penggerak utamanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *