BANYUASIN – Kementerian Pertanian ( Kementan) terus melakukan upaya peningkatan sumber daya manusia (SDM) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP).
Guna mencetak generasi muda yang kompeten dan siap kerja disektor agrobisnis pertanian sebanyak 153 siswa kelas XII mengikuti kegiatan Prasertifikasi Profesi Tenaga Terampil Teknis Pertanian. Kegiatan ini dirancang untuk memastikan para calon lulusan memiliki standar kompetensi yang diakui secara nasional sebelum memasuki dunia industri.
Langkah ini sejalan dengan visi besar pemerintah dalam mentransformasi sektor pertanian melalui penguatan sumber daya manusia (SDM) yang melek teknologi dan profesional.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa masa depan pangan Indonesia ada di tangan anak muda yang kompeten.
“Oleh karena itu generasi muda harus dipersiapkan dengan keterampilan agar mampu menghadapi tantangan dan peluang di bidang pertanian modern. Melalui uji kompetensi, kita mencetak tenaga kerja yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap berwirausaha di sektor pertanian,” tuturnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa Prasertifikasi ini merupakan jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja (DUDI).
“Melalui sertifikasi profesi memastikan bahwa peserta didik memiliki keterampilan yang sesuai dengan standar industri. Ini langkah penting meningkatkan kualitas tenaga kerja di sektor pertanian,” katanya.
Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri (SMK PPN) Sembawa melaksanakan persiapan kepada siswa Kelas XII Tahun Pelajaran 2025/2026, dengan menggelar pelatihan Prasertifikasi kompetensi. Kegiatan ini disiapkan untuk menghadapi ujian kompetensi keahlian dan uji sertifikasi profesi yang akan di laksanakan bulan depan.
Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari diikuti 153 orang siswa yang dimulai sejak hari Selasa sampai Rabu (27 -28 Januari 2026). Adapun kegiatan dilaksanakan di kampus dan lahan praktek SMK PPN Sembawa.
153 orang siswa terdiri dari 4 kompetensi keahlian yang ada di SMK PP Negeri Sembawa diantaranya 32 siswa Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH), 63 siswa Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP), 28 siswa Agribisnis Ternak Unggas (ATU), dan 30 siswa Agribisnis Pengolahan Hasil Pangan ( APHP )
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ruhil Fida mewakili Kepala SMK PP Negeri Sembawa, Selasa (27/1/2026), menekan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan investasi masa depan bagi para siswa kelas XII.
“Kami ingin lulusan tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga membawa sertifikat kota. Ini adalah nilai tambah yang luar biasa. Melalui Prasertifikasi ini mental dan keterampilan siswa ditempa agar benar-benar siap menjadi tenaga terampil yang dicari oleh industri pertanian modern,” kata Ruhil.
Selama Bimtek Pra Sertifikasi siswa diberikan materi yang menghadirkan beberapa narasumber diantaranya Budiono dan Iwan Dala dari Pusat Penelitian Karet Sembawa, Yudi Ardiansyah dari BPP Tanjung Lago, Rahmayudin Azies dari PT Medion Ardhika Bhakti, Tita Tarsita dari PT Semesta Mitra Sejahtera, Maya Dona dari My Bakery Palembang, dan Marfu’ah Murni dari Rumah Tempe Cairo.
Kepala TUK, Farulian Purba menjelaskan skema yang akan diberikan untuk persiapan ujian diantaranya Prodi ATP dengan skema Mandor Pemeliharaan Tanaman Kelapa Sawit sebanyak 28 siswa, Mandor Pemanenan Kelapa Sawit 35 siswa. Prodi ATPH dengan skema Pembudidayaan Tanaman Sayuran sebanyak 32 siswa, Prodi ATU dengan Skema Operator Kesehatan Unggas/ Vaksinator 20 siswa, Operator Kandang Unggas Pedaging 8 siswa, dan Prodi APHP dengan Skema Pembuatan Susu Kedelai sebanyak 20 siswa, dan Pembuatan Tempe 10 siswa.











Views Today : 92
Views This Month : 2306
Views This Year : 11761
Who's Online : 1
Your IP Address : 18.97.9.174
Leave a Reply