Accessibility Tools

Siswa Sekolah Menengah Kenali Dunia Pertanian Lewat Fieldtrip di SMK-PPN Kementan.

Mengenalkan pertanian kepada generasi muda tidak cukup hanya melalui teori. Pengalaman melihat langsung proses budidaya tanaman, pengelolaan ternak, hingga hasil produksi menjadi cara untuk menumbuhkan ketertarikan sekaligus membuka wawasan peserta didik terhadap berbagai peluang di sektor pertanian.

Hal tersebut dilakukan oleh 45 peserta didik kelas IX SMP Methodist 2 Palembang melalui kegiatan fieldtrip ke SMK Pertanian Pembangunan Negeri (SMK-PPN) Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (23/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, peserta didik diajak mengenal berbagai kegiatan praktik pertanian yang menjadi bagian dari pembelajaran vokasi di SMK-PPN Sembawa. Mereka mengunjungi kebun anggrek, unit produksi sayuran dan buah semusim, unit ternak ayam petelur, serta kebun jambu kristal.

Di setiap unit, peserta didik mendapatkan penjelasan langsung dari guru dan pengelola instalasi lapangan mengenai proses budidaya, pemeliharaan, pengelolaan produksi, hingga pemanfaatan hasil pertanian dan peternakan. Kesempatan tersebut juga dimanfaatkan peserta untuk berdiskusi dan mengajukan pertanyaan terkait kegiatan yang mereka lihat.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan generasi muda memiliki peran penting dalam keberlanjutan pembangunan pertanian nasional. Karena itu, pengenalan sektor pertanian perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan pendekatan yang menarik dan sesuai dengan karakter generasi muda.

“Yang bisa mengubah republik ini adalah sektor pertanian. Indonesia memiliki keunggulan komparatif di sektor ini,” ujar Amran.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan regenerasi petani perlu dibangun melalui pengenalan pertanian sekaligus peningkatan kapasitas generasi muda.

“Kami ingin menciptakan generasi muda pertanian yang adaptif, profesional, dan mampu menjadi penggerak pembangunan pertanian di daerah masing-masing,” ujar Idha.

Menurut Idha, pendidikan vokasi pertanian memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang terampil, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, dan memiliki jiwa kewirausahaan.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan), Muhammad Amin, menambahkan bahwa kegiatan fieldtrip dapat menjadi media pembelajaran untuk memperkenalkan pertanian secara lebih nyata kepada peserta didik.

“Pengenalan pertanian sejak dini merupakan bagian dari upaya membangun ketertarikan generasi muda terhadap sektor pertanian. Melalui pembelajaran langsung di lapangan, peserta didik dapat melihat proses produksi pertanian dan peternakan secara nyata sekaligus memahami bahwa pertanian membutuhkan keterampilan, inovasi, teknologi, dan semangat kewirausahaan,” ungkapnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas dan Industri SMK-PPN Sembawa, Titin Pransisca, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia mendorong para peserta didik untuk memanfaatkan kesempatan belajar dengan aktif bertanya dan menggali informasi mengenai pertanian.

“Kami sangat menyambut baik kehadiran para siswa. Kami mengimbau agar mereka tidak ragu untuk mengajukan berbagai pertanyaan seputar pertanian kepada para fasilitator yang bertugas. Harapan kami, semoga dari kegiatan hari ini ada di antara adik-adik yang tertarik untuk berkecimpung di dunia pertanian, baik menjadi pengusaha maupun melanjutkan kuliah di bidang pertanian,” ujarnya.

Perwakilan SMP Methodist 2 Palembang, Kevin, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan memberikan pengalaman belajar kepada siswa kelas IX sekaligus memperluas wawasan mereka mengenai sektor pertanian.

“Kami membawa siswa-siswi kelas IX ke sini untuk belajar. Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dari pihak SMK-PPN Sembawa. Harapannya, kunjungan ini dapat mempererat tali silaturahmi yang selama ini telah terjalin,” katanya.

Ia juga mendorong para siswa untuk memanfaatkan kunjungan tersebut dengan menggali informasi sebanyak-banyaknya.

“Kepada para siswa, manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk menggali informasi dan bertanya seluas-luasnya, khususnya mengenai bidang pertanian,” ungkapnya.

Selama kegiatan, peserta didik tidak hanya melihat berbagai fasilitas praktik, tetapi juga memperoleh gambaran mengenai bagaimana kegiatan pertanian dikelola secara produktif. Kebun anggrek memperkenalkan peserta pada pengelolaan tanaman hortikultura, sedangkan unit sayuran dan buah semusim memberikan gambaran mengenai proses budidaya tanaman.

Di unit peternakan, peserta mengenal pengelolaan ayam petelur, sementara kebun jambu kristal memperlihatkan praktik budidaya tanaman buah. Berbagai aktivitas tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran di dalam kelas.

Kegiatan fieldtrip ini sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan vokasi pertanian dapat menjadi ruang pembelajaran yang terbuka bagi masyarakat. Melalui interaksi langsung dengan praktik pertanian, generasi muda dapat mengenal sektor pertanian bukan hanya sebagai kegiatan produksi, tetapi juga sebagai bidang yang membutuhkan teknologi, keterampilan, inovasi, dan kemampuan kewirausahaan.

Melalui kegiatan tersebut, SMK-PPN Sembawa turut mengambil bagian dalam memperkenalkan dunia pertanian kepada generasi muda. Pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat menumbuhkan ketertarikan peserta didik terhadap pertanian sekaligus membuka pandangan mereka terhadap beragam peluang pendidikan dan profesi di sektor tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *