Banyuasin – SMK Pertanian Pembangunan Negeri (PPN) Sembawa mulai melaksanakan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Genap Tahun Pelajaran 2025/2026. Kegiatan evaluasi pembelajaran tersebut berlangsung selama lima hari, mulai 8 hingga 12 Juni 2026.
Sebanyak 335 siswa kelas X dan XI dari seluruh program keahlian mengikuti asesmen ini. Mereka berasal dari Program Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH), Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP), Agribisnis Ternak Unggas (ATU), serta Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP).
Peserta kelas X terdiri atas 60 siswa ATPH, 63 siswa ATP, 32 siswa ATU, dan 31 siswa APHP. Sementara itu, peserta kelas XI meliputi 31 siswa ATPH, 62 siswa ATP, 29 siswa ATU, dan 27 siswa APHP.
Pada pelaksanaan ASAS Genap ini, siswa kelas X mengikuti 12 mata pelajaran, sedangkan siswa kelas XI menempuh 15 mata pelajaran yang disesuaikan dengan kompetensi dan tingkat kelas masing-masing.
Asesmen menjadi instrumen penting untuk mengukur capaian kompetensi peserta didik, baik dari aspek pengetahuan maupun keterampilan, sebagai bekal menghadapi jenjang pendidikan berikutnya dan dunia kerja di sektor pertanian.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa masa depan ketahanan pangan Indonesia sangat bergantung pada kualitas generasi muda yang dibina melalui pendidikan vokasi.
“Dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan dinamika geopolitik global, kunci utamanya adalah inovasi dan sumber daya manusia yang tangguh. Melalui asesmen dan standardisasi mutu pendidikan vokasi, kita memastikan lahirnya petani milenial dan wirausahawan muda pertanian yang kompeten dan siap menghadapi tantangan di lapangan,” ujar Amran.
Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam proses evaluasi pembelajaran.
“Evaluasi semester bukan sekadar ujian, tetapi menjadi indikator keberhasilan penerapan teaching factory dan transfer teknologi yang telah diterima siswa dalam menyiapkan diri menuju pertanian modern,” katanya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Muhammad Amin, menyampaikan bahwa pelaksanaan ASAS merupakan bagian dari sistem penjaminan mutu pendidikan vokasi pertanian.
“Kami memastikan lulusan pendidikan vokasi tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan teknis dan karakter yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri pertanian,” ujarnya.
Kepala SMK PPN Sembawa, Budi Santoso, mengatakan bahwa ASAS menjadi sarana evaluasi untuk mengukur tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari selama satu tahun pembelajaran.
“Melalui penilaian ini, kami berharap dapat memperoleh gambaran capaian belajar setiap siswa sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan mutu pendidikan di SMK PPN Sembawa,” kata Budi, Senin (8/6/2026).
Ia menambahkan bahwa kurikulum yang diterapkan telah diselaraskan dengan kebutuhan industri pertanian. Oleh karena itu, melalui asesmen ini siswa diharapkan mampu menunjukkan penguasaan kompetensi baik secara teori maupun praktik.
Pelaksanaan ASAS tahun pelajaran 2025/2026 dilakukan secara daring untuk soal pilihan ganda maupun esai. Setiap butir soal dirancang untuk mengukur kemampuan analisis, pemecahan masalah, serta penerapan konsep yang telah dipelajari selama proses pembelajaran.











Views Today : 51
Views This Month : 2456
Views This Year : 52596
Who's Online : 1
Your IP Address : 18.97.14.85
Leave a Reply