Gandeng Pemkot Palembang, Kementan Dukung Aplikasi Pak Tani

Gandeng Pemkot Palembang, Kementan Dukung Aplikasi Pak Tani

Palembang – Badan Pengembangan dan Penyuluhan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian (Kementan), terus mendorong transformasi di sektor pertanian, termasuk transformasi system penjualan dari konvensional beralih ke digital.
Perkembangan teknologi ini juga dimanfaatkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, dengan membuat aplikasi Smartphone yang bisa menjual hasil pertaniannya di dalam aplikasi.
“Aplikasi Pak Tani adalah wadah jual beli komoditi pertanian, sebagai media penyambung antara pembeli dengan penjual, sama seperti aplikasi jual beli lainnya, hanya saja ini khusus pertanian” ujar Sayuti, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang.
Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo menyampaikan melalui Kepala Balai Besar Pelatian Pertanian Batu, Dr. Sabir, S.Pt., M.Si di damping kepala SMK PP Negeri Sembawa, Yudi Astoni, S.TP., M.Sc menyampaikan bahwa sumber daya manusia (SDM) pertanian diharapkan mampu menguasai teknologi dan menciptakan berbagai inovasi, terutama dari kalangan milenial.
“Dimasa pandemic ini pertanian tidak boleh berhenti, kita harus terus berinovasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Kemajuan pertanian harus didukung generasi milenial dengan semangat inovasi tinggi, melakukan cara-cara baru sebagai ciri yang maju, mandiri, dan modern, mentan sangat mengapresiasi keberhasilan Pemkot Palembang dalam mengembangkan aplikasi jual beli yang dinamai Pak Tani” ujar Dr. Sabir.
Proses penggunaan Aplikasi Pak Tani sangat muda, masyarakat sudah dapat mendownload langsung melalui Play Store, disitu sudah ada aplikasinya. Jika sudah di Dowload bisa langsung di gunakan. Sistemnya penggunaannya, jika ada pembeli yang tertarik, bisa langsung mengeklik dan menghubungi langsung penjual, tanpa harus berinteraksi dengan pembeli.
Wali Kota (Wako)Palembang, Harnojoyo menyampaikan, kehadiran aplikasi dinilai akan berdampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam kondisi pandemi.
“Karena protokol kesehatan memang terus kita terapkan. Dan dengan aplikasi ini, jadi masyarakat juga bisa menghindari kontak langsung dan hal itu dapat kita hindari,” ujarnya.

Banner

0 2 3 7 1 7
Views Today : 6
Views This Month : 787
Views This Year : 12123
Who's Online : 2
Your IP Address : 44.192.94.177
Arsip Tersimpan