Pendidikan vokasi pertanian dituntut untuk menghasilkan lulusan yang siap berwirausaha (job creator) dan siap bekerja (job seeker). Oleh sebab itu, Kementerian Pertanian menggenjot pendidikan vokasi agar bisa menciptakan SDM berkualitas.
Hal ini turut menjadi fokus SMKPPN Sembawa, sebagai salah satu UPT Pendidikan dibawah naungan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian.
Bertempat di Aula SMKPPN Sembawa, 17 April 2024, sebanyak 54 job seeker yang merupakan siswa tingkat akhir difasilitasi Bursa Kerja Khusus (BKK) mengikuti rekrutmen calon karyawan pada program cadet trainee untuk posisi supervisor plantation PT Sebangun Bumi Andalan (SBA) Wood Industries.
PT. SBA merupakan grup dari Sinar Mas Forestry, perusahaan yang bergerak di bidang hutan tanaman industri yang beroperasi di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (Sumatera Selatan).
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan petani milenial merupakan ujung tombak pembangunan pertanian.
“Kalian harus menjadi qulified job seekers dan job creator. Kalian harus bisa menjadi SDM pertanian yang profesional, mandiri, berdaya saing, dan berjiwa entrepreneurship yang tinggi, karena hal itu akan mampu menggenjot produktivitas dan ekspor komoditas pertanian,” kata Dedi Nursyamsi.
Dedi optimis pendidikan vokasi Kementan dapat mencetak petani milenial berkualitas, SMKPP dan Polbangtan merupakan pendidikan menengah dan tinggi vokasi yang mengedepankan kedisiplinan, pendidikan karakter dan berdaya saing sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar kerja.
Sebelumnya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menyatakan, pendidikan vokasi punya peran penting menghasilkan petani milenial yang berjiwa entrepeneur.
“Melalui pendidikan vokasi, kita menghubungkan kampus dengan industri-industri agar lulusannya sesuai kebutuhan dan siap untuk hal-hal yang baru,” kata Mentan Amran.
Sedangkan Kepala SMKPPN Sembawa, Yudi Astoni menyampaikan Bursa kerja SMK PP Negeri Sembawa siap untuk memfasilitasi apabila ada perusahaan yang ingin melakukan rekrutmen karyawan kepada alumni mereka. Pihak sekolah menyampaikan apresiasi karena masih ada perusahaan yang melakukan proses rekrutmen karyawan meski sedang masa pandemi.
Sementara itu, HRD PT SBA Devu dihadapan 54 peserta menjelaskan apa saja tahapan yang harus dilalui sebelum menjadi karyawan tetap di PT. SBA, fasilitas selama di lokasi kerja, hingga hambatan di lokasi kerja seperti kekurangan sinyal karena lokasi kerja yang jauh.
Devi menegaskan bahwa yang terpenting adalah komitmen dari karyawan terhadap perusahaan. Proses yang dilaksanakan pada hari ini tes psikotes online dan wawancara.
Hasil dari rekrutmen hari ini sebanyak 36 siswa dinyatakan lulus psikotes dan menunggu pengumuman untuk lolos wawancara, setelah ini akan ada medical chek up.
Direncanakan peserta yang lulus akan masuk ke lokasi kerja pada awal Juni 2024.