Accessibility Tools

Belajar Pertanian Sejak Dini, 149 Siswa SD Kunjungi Agroeduwisata SMK PP Kementan

Mengenalkan dunia pertanian sejak usia dini menjadi salah satu langkah strategis untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sektor pertanian.

Hal tersebut terlihat dari antusiasme 149 siswa SD IT Nurul Jannah Palembang dari berbagai tingkatan kelas yang mengikuti kegiatan agroeduwisata di SMK PP Negeri Sembawa, Kamis (8/10/2026).

Kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi siswa untuk mengenal dunia pertanian dan peternakan secara langsung melalui pembelajaran di lapangan.

Agroeduwisata dikemas dengan konsep belajar sambil praktik. Siswa tidak hanya menerima penjelasan, tetapi juga mengamati dan mencoba berbagai aktivitas pertanian sesuai kelompok dan tingkatan masing-masing.

Peserta diterima di aula oleh tim humas dan OSIS SMK PP Negeri Sembawa sebelum mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disiapkan. Selanjutnya, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengikuti berbagai materi pembelajaran.

Pada sesi peternakan, siswa diperkenalkan dengan sapi dan ayam. Mereka belajar tentang kebutuhan ternak, perkembangbiakan, pemberian pakan, kebersihan kandang, serta perawatan hewan.

Sementara itu, pada kegiatan tanaman, siswa diajak menjelajahi kebun untuk mengenal berbagai jenis tanaman, bagian-bagiannya, serta manfaatnya.
Bagi peserta yang mengikuti praktik budidaya, kegiatan dilanjutkan dengan menanam cabai dalam polybag. Siswa belajar mengenal media tanam, menanam bibit, melakukan penyiraman, hingga pemeliharaan tanaman.

Selain budidaya konvensional, siswa juga dikenalkan dengan hidroponik dan pengelolaan limbah organik. Melalui materi tersebut, peserta memperoleh gambaran bahwa pertanian dapat dilakukan dengan berbagai teknologi dan pendekatan yang mendukung pemanfaatan sumber daya secara optimal.

Peserta juga belajar mengenai pemanfaatan hasil dan limbah pertanian. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pembuatan sabun cair berbahan limbah serai wangi.

Kegiatan tersebut memberikan pengalaman bahwa pertanian tidak hanya berkaitan dengan budidaya, tetapi juga pengolahan hasil dan pemanfaatan limbah menjadi produk yang bernilai guna.

Peserta juga diajak mengenal jambu kristal, mulai dari proses pertumbuhan hingga panen. Untuk menambah pengalaman belajar yang menarik, sebagian peserta mengikuti perjalanan menggunakan traktor menuju lokasi kebun jambu kristal.

Wakil Kepala Bidang Humas dan Industri, Titin Pransisca, menyampaikan bahwa kegiatan agroeduwisata merupakan kesempatan bagi siswa untuk mengenal pertanian melalui pengalaman nyata.

“Kami menyambut baik kunjungan siswa SD IT Nurul Jannah Palembang. Melalui agroeduwisata ini, anak-anak dapat melihat dan belajar secara langsung mengenai tanaman, peternakan, teknologi budidaya, hingga pengolahan hasil pertanian. Harapannya, pengalaman ini dapat menumbuhkan ketertarikan dan kecintaan terhadap pertanian sejak dini,” ujarnya.

Ketua Yayasan SD IT Nurul Jannah Palembang, Siti Fatimah, menegaskan bahwa petani merupakan profesi yang sangat penting karena berperan dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan motivasi dan wawasan kepada anak-anak bahwa pertanian modern saat ini sangat dibutuhkan.
Seperti di Jepang, pemanfaatan teknologi pada lahan terbatas mampu menghasilkan produk pertanian yang luar biasa,” ungkapnya.

“Kami berharap anak-anak dapat menyerap ilmu dari para pembimbing sehingga memahami proses menanam dan pentingnya peran petani,” tambahnya.

Kegiatan tersebut sejalan dengan perhatian Kementerian Pertanian terhadap pentingnya regenerasi sumber daya manusia pertanian. Pengenalan sektor pertanian sejak usia sekolah menjadi salah satu langkah untuk membangun pengetahuan dan ketertarikan generasi muda terhadap sektor yang menopang ketahanan pangan nasional.

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya menyiapkan generasi muda sebagai penerus pembangunan pertanian.

“Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi konsumen hasil pertanian, tetapi juga mampu melihat pertanian sebagai bidang yang memiliki peluang, inovasi, dan masa depan,” jelasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya pengenalan pertanian kepada generasi muda melalui pendekatan edukatif.

“Agroeduwisata dapat menjadi tempat dan sarana pembelajaran untuk meningkatkan kecintaan generasi muda sejak usia dini terhadap dunia pertanian,” ujar Idha.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menilai pendidikan pertanian sejak dini merupakan bagian penting dari upaya menyiapkan regenerasi pertanian.

“Generasi muda perlu mengenal pertanian sebagai sektor yang strategis, modern, dan terus berkembang. Pengalaman belajar seperti agroeduwisata dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan ketertarikan mereka terhadap pertanian,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan agroeduwisata berlangsung hingga menjelang siang. Setelah mengikuti berbagai aktivitas pembelajaran, peserta kembali berkumpul di aula untuk penutupan sekaligus mengenal berbagai produk hasil kegiatan.

Produk yang diperkenalkan antara lain basreng, minyak serai wangi, minyak kayu putih, serta aneka bubuk jahe dan kunyit.

Melalui kegiatan ini, SMK PP Negeri Sembawa menunjukkan perannya sebagai satuan pendidikan vokasi pertanian yang tidak hanya menyiapkan peserta didik di bidang pertanian, tetapi juga menjadi sarana edukasi pertanian bagi masyarakat.

Agroeduwisata diharapkan dapat menumbuhkan pemahaman dan kecintaan generasi muda terhadap pertanian sejak dini. Dengan mengenalkan pertanian melalui pengalaman langsung, Kementerian Pertanian bersama dunia pendidikan turut menyiapkan generasi penerus yang akan menjaga dan memajukan pertanian Indonesia di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *