Dukung Ketersediaan Kebutuhan Pokok, SMKPP Kementan Supply Cabai

Berita486 Dilihat

BANYUASIN – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menerjunkan jajarannya untuk memantau ketersediaan bahan pangan pokok selama Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri. Ini adalah salah satu wujud konkret komitmen Kementerian Pertanian untuk senantiasa menjamin ketahanan pangan nasional.

“Saya pantau terus perkembangan stok dan harga pangan pokok setiap minggunya. Semua pejabat saya harus turun ke lapangan untuk memastikan ketersediaan pangan sesuai dengan kebutuhan setiap daerah,” ujarnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menambahkan, pantauan ketersediaan bahan pokok sebagai upaya mendeteksi atau peringatan dini (early warning system/ews) stok pangan nasional.

“Kami telah membentuk satgas pangan nasional. Salah satunya di wilayah Sumatera Selatan,” kata Dedi.

Sekolah Menengah Pertanian Pembangunan Negeri (SMKPP N) Sembawa juga mendapatkan mandat untuk memonitor ketersediaan, kebutuhan, dan harga komoditas pangan di enam kabupaten yang ada di Sumatera Selatan.

“Kami berkolaborasi antara Kementan dengan pemerintah daerah terkait untuk memonitoring ketersedian dan harga bahan pokok, pergerakan harga pangan pun kami pantau terus,” ujar Yudi Astoni, Kepala SMK PP Negeri Sembawa.

Tak hanya itu, SMK PP N Sembawa juga ikut membantu mengisi ketersediaan bahan pokok, salah satunya cabai. Cabai menurut Peraturan Presiden (perpres) nomor 59 tahun 2020 merupakan salah satu kebutuhan pokok dan barang penting dari hasil pertanian.

Cabai hibrida Pelita dari Panah Merah, menjadi benih pilihan yang di budidayakan di lahan milik SMK PP Negeri Sembawa.

Di bawah bimbingan Ujang Junaidi sebagai guru mata pelajaran pembiakan tanaman jurusan agribisnis tanaman pangan dan hortikultura (ATHP), siswa diajarkan budidaya tanaman cabai rawit Pelita.

“Kami melakukan budidaya cabai didalam screen house, menggunkan media bekas yang sebelumnya ditanami melon, populasinya hanya sebanyak 300 polibag, dengan irigasi tetes dan kondisi yang aman dari gangguan hama penyakit jadi pertumbuhannya sangat baik” ujar Ujang Junaidi.

Ujang pun menambahkan, dengan populasi yang hanya 300 batang tanaman cabai mampu menghasilkan 100 kg cabai, di panen perdana ini, dan dijual ke warung sekitar Sekolah. Saat ini cabai rawit dipasaran mencapai Rp 30 ribu per kilo, dikarenakan saat ini sudah memasuki minggu ke 2 di Bulan suci Ramadhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *