1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. KUR Champions Pacu Resonansi Regenerasi Petani

KUR Champions Pacu Resonansi Regenerasi Petani

KUR Champions Pacu Resonansi Regenerasi Petani

KUR Champions Pacu Resonansi Regenerasi Petani

KUR Champions Pacu Resonansi Regenerasi Petani

KUR Champions Pacu Resonansi Regenerasi Petani

SUMSEL – Dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong petani milenial manfaatkan akses permodalan. Kementan telah bekerjasama dengan 21 lembaga keuangan penyalur Kredit Usaha Tani (KUR). Di Sumatera Selatan, Kementan menggandeng Bank Sumsel Babel (BSB) untuk mengawal proses penyaluran KUR kepada petani milenial champion.

Hal ini merupakan upaya Kementan untuk menguatkan peran petani milenial di Sumatera Selatan. Pasalnya, mereka mempunyai posisi strategis dalam menggerakkan sektor pertanian di wilayahnya.

Menteri Pertanian (Mentan) SYL berharap dengan dukungan pemerintah dan perbankan akan memperkuat peran petani milenial dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian. Ia menyebut APBN tak cukup untuk mendanainya. Maka, diperlukan pendanaan lain di luar APBN agar sektor pertanian semakin melesat hebat.

“Kita harus bisa membantu petani melalui upaya selain APBN. Yang sudah kita rintis, bahkan satu tahun ini menjadi penyelamat negeri ini adalah KUR. KUR adalah kebijakan pemerintah. KUR itu dana bank dengan bunga yang disubsidi pemerintah. Gunakan KUR karena dia adalah fasilitas negara,” ajak jelas SYL.

Ia berharap dengan dukungan pemerintah dan perbankan akan memperkuat peran petani milenial, serta mendorong regenerasi petani milenial yang adaptif terhadap teknologi, mendorong peningkatan produktivitas hasil pertanian yang terstandarisasi, modern, dan marketable.

Mengingat dampaknya yang signifikan, Kementerian Pertanian merilis TANI AKUR, sebagai strategi percepatan akses Petani Milenial terhadap KUR. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDM) Kementan, Dedi Nursyamsi menekankan perlunya petani milenial memanfaatkan fasilitas permodalan untuk menunjang dan memperbesar usahanya.

“Agar mereka tidak ragu lagi untuk terjun dalam samudera bisnis Pertanian melalui kemudahan KUR yang menjadi penggerak bisnis mereka,” tutur Dedi.

Program ini disambut baik oleh petani milenial Sumatera Selatan. SMK PP Negeri Sembawa sebagai salah satu UPT BPPSDMP turut melaksanakan resonansi petani Milenial.

Kepala SMKPPN Sembawa Yudi Astoni menyampaikan kurang lebih sebanyak 16 petani milenial alumni SMKPPN Sembawa teridentifikasi menjadi CPCL dibawah koordinasi SMKPPN Sembawa. Mereka petani milenial tersebut berniat mengambil KUR ditemui di Kabupaten OKU Timur, Ogan Ilir dan Banyuasin untuk peningkatan usahanya.

16 petani milenal ini mendapatkan pendampingan oleh Bayu Dwi Hardianto Financial Advisor (FA) Program YESS dalam akses KUR di Bank Sumsel Babel dan BRI.

SMKPPN Sembawa menjaring alumni yang sudah memiliki usaha dan ingin menambah modal dengan mengakes KUR, dari data tersebut kemudian FA mulai mengumpulkan alumni dan mensosialisasikan terkait KUR ke alumni mulai dari skema pembiayaan yang ada di perbankkan, tanggungjawab yang harus dilakukan setelah mendapatkan pembiayaan kemudian follow up satu per satu alumni mulai dari kebutuhan modal usaha, usaha yang saat ini dijalankan oleh alumni, omset dari usaha tersebut dan tidak lupa untuk collect data pengajuan awal yaitu ktp suami istri dan kk, yang kemudian diserahkan ke bank yang menyalurkan kur (bank sumsel babel) untuk dilakukan SLIK.

Sambil menunggu hasil dari SLIK Finance Advisor dan PIC dr sekolah melakukan kunjung/survey mulai dari karakter calon debitur, kebenaran usaha dan omset usaha ke calon debitur untuk dibuatkan surat rekom dr sekolah, untuk dikirim ke perbankan dan akan diproses sesuai ketentuan dari perbankkan seperti yang tertuang di perjanjian kerjasama antara BPPSDMP dengan Lembaga keuangan terkait, jadi sekolah tidak menginterfensi perbankan harus acc/ realisasi melainkan semua diserahkan ke perbankkan.

Dan selanjutnya Sekolah akan mendampingi dari sisi teknis usaha alumni yang sudah diberikan kepercayaan mendapatkan kredit modal kerja (KUR) dan diharpkan dari pendampingan teknis tersebut usaha alumni semakin besar dan lancar sehingga mampu untuk membayarkan kewajibannya di perbankkan dan tidak terjadi wanprestasi.y

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Banner

0 2 2 8 6 1
Views Today : 35
Views This Month : 1160
Views This Year : 10782
Who's Online : 0
Your IP Address : 44.222.64.76
Arsip Tersimpan